Selasa, 07 Desember 2010

Virus Hepatitis B

Infeksi hepatitis B in utero jarang terjadi. Transmisi dapat terjadi pada saat persalinan dan jauh lebih cenderung jika ibu mengalami infeksi simtomatik akut (60-70% kemungkinan transmisi) atau positif untuk antigen C hepatitis B (90% angka transmisi, vs. hanya 10% pada HbcAg negatif). Pada saat lahir, bayi yang terinfeksi adalah asimtomatik, tetapi dapat mengalami antigenemia dan peningkatan kadar transaminase pada usia 2-6 bulan. Penyakit ini dapat dicegah dengan memberikan imunisasi aktif atau pasif. Rekomendasi terbaru adalah mengobati semua bayi lahir dari ibu yang HbsAg positif dengan memberikan imunoglobulin hepatitis B (HBIG 0,5 ml secara intramuskular dalam waktu beberapa jam setelah lahir) dan vaksin hepatitis B (0,5 ml secara intramuskular dalam beberapa hari pertama kehidupan). Kedua terapi ini dapat diberikan secara bersamaan. Dosis vaksin hepatitis B selanjutnya sebaiknya diberikan pada usia 1 dan 6 bulan. Bayi-bayi yang ibunya terinfeksi sebaiknya menjalani pemeriksaan serologis untuk hepatitis secara berkala selama tahun pertama kehidupan.

Oleh karena tingginya angka morbiditas dan mortalitas infeksi hepatitis B, American Academy of Pediatrics baru-baru ini merekomendasikan untuk mengimunisasi semua bayi dengan vaksin hepatitis B pada saat lahir, usia 1 bulan, dan 6 bulan.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar